Jumat, 10 Mei 2019

Ilmuwan Ungkap "Isi Otak" Orang Yang suka Main Pokemon Go

Dengan memindai otak orang dewasa yang suka bermain Pokémon ketika masih anak-anak, para peneliti mengetahui bahwa kelompok orang tersebut memiliki wilayah otak yang lebih merespon karakter kartun daripada gambar lain.

Lebih penting lagi, metode penelitian yang menarik ini telah memberi kita wawasan baru tentang bagaimana otak mengatur informasi visual. Para peneliti merekrut 11 orang dewasa yang “berpengalaman” bermain game tersebut sejak usia lima dan delapan tahun.



Selanjutnya, mereka memindai otak para peserta sambil menunjukkan gambar-gambar dari 150 Pokémon asli (dalam putaran delapan) bersama gambar-gambar lain, seperti binatang, wajah, mobil, kata-kata, koridor, dan kartun lainnya.

Untuk pemain yang berpengalaman, wilayah tertentu lebih merespon game tersebut daripada gambar lain. Untuk pemula, yang disebut sulkus oksipitotemporal dan sering memproses gambar binatang, tidak menunjukkan preferensi untuk game tersebut.

Tidak mengherankan bahwa bermain game buatan Niantic itu berjam-jam sebagai seorang anak akan mengakibatkan perubahan otak. Ternyata, otak memiliki kluster sel yang merespons gambar tertentu.

Misteri yang lebih besar adalah bagaimana otak belajar mengenali gambar yang berbeda. Rekan penulis studi, Jesse Gomez, seorang rekan pascadoktoral dalam bidang psikologi di University of California di Berkeley, terinspirasi oleh jenis penelitian tentang monyet ini.

“Mengajar stimulus visual baru adalah proses yang dikontrol secara cermat. Untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan data yang bersih, Anda harus menunjukkan semua subjek gambar yang sama dengan kecerahan yang sama,” terangnya. [BA/HBS]


Sumber : www.uzone.id

Grab Uji Coba Skuter Listrik Pertama Di Indonesia

Grab Uji Coba Skuter Listrik Pertama Di Indonesia
Grabresmi meluncurkan proyek uji coba layanan skuter listrik pertama di Indonesia yang dinamai GrabWheels. Fasilitas ini baru bisa digunakan di area BSD City, Tengerang.

Pengguna bisa mengunduh aplikasi GrabWheels yang terpisah dengan aplikasi Grab. Layanan tersebut bisa dinikmati secara gratis dalam tahap uji coba.

"BSD City merupakan lokasi pertama kami meluncurkan layanan skuter listrik di Indonesia. GrabWheels cukup unik dan tepat digunakan untuk transportasi jarak pendek tiga sampai lima kilometer," ujar Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan dalam peluncuran proyek uji coba GrabWheels di BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (9/5).

GrabWheels menargetkan orang-orang yang sehari-hari membutuhkan transportasi jarak pendek untuk menuju ke stasiun atau terminal. GrabWheels juga berguna bagi pelajar dan mahasiswa atau pekerja yang berdomisili dekat dari kantor atau sekolah.
Oleh karena itu lokasi peminjaman GrabWheels akan disediakan di daerah-daerah seperti pemukiman penduduk, area perkantoran, dan fasilitas pendidikan. Lokasi peminjaman ini mirip seperti tempat parkir. 

Pengguna tinggal melakukan pemindaian QR code yang berada di stang motor melalui aplikasi. Kemudian pengguna bisa menggunakan skuter elektrik tersebut.

Pengguna bisa mengembalikan skuter di tempat parkir GrabWheels mana pun. Proses pengembalian skuternya dengan cara melakukan pemindaian QR Code yang berada di tempat parkir.

Ongki mengatakan saat ini di BSD City sudah terdapat lima tempat parkir GrabWheels dan ada sekitar 50 skuter elektrik yang telah siap beroperasi.
Peminat bisa mengunduh aplikasi GrabWheels yang terpisah namun terintegrasi dengan aplikasi Grab.Peminat bisa mengunduh aplikasi GrabWheels yang terpisah namun terintegrasi dengan aplikasi Grab. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Terkait tarif, Ongki mengatakan pihaknya masih belum menentukan. Kendati demikian, berkaca dari skema tarif GrabWheels di Singapura, maka kemungkinan tarif GrabWheels berada di kisaran Rp5 ribu per 30 menit.

"Kalau di Singapura itu 50 sen dollar Singapura per 30 menit. Artinya sekitar Rp5 ribu per 30 menit," kata Ongki.

Ongki menjelaskan batas kecepatan skuter listrik dibatasi hingga 15 km per jam. Skuter bisa memiliki jarak tempuh 40 km saat kondisi baterai 100 persen.

"Saat soft launch GrabWheels, dalam sehari sudsh ratusan pengguna yang memakai layanan ini di BSD City," ujar Ongki.

Dalam tahap uji coba ini Grab melakukan evaluasi, analisis dan menerima masukan untuk memaksimalkan layanan GrabWheels. Lokasi tempat parkir dan jumlah skuter juga masih dalam tahap evaluasi.
Di BSD City sudah terdapat lima tempat parkir GrabWheels dan ada sekitar 50 skuter elektrik yang telah siap beroperasi.Di BSD City sudah terdapat lima tempat parkir GrabWheels dan ada sekitar 50 skuter elektrik yang telah siap beroperasi. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Dalam kesempatan yang sama, Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap menambahkan layanan GrabWheels akan turut memperkuat sistem transportasi yang terintegrasi dan inovatif di area BSD City.

Solusi transportasi berbasis multimoda sudah dilakukan di BSD City, Tangerang mulai dari transportasi jarak jauh dengan bus dan kereta listrik Commuter Line hingga transportasi jarak dekat dengan shuttle bus BSD Link.

"BSD City berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas digital untuk menuju integrated smart digital city," tutup Irawan.


Sumber : www.uzone.id

Bos Facebook buatkan Kotak Tidur untuk Sang Istri

Drama susah tidur pasti dialami oleh paraorang tua yang memiliki anak kecil. Ini pula yang dialami oleh pasangan Bos Facebook,Mark Zuckerbergdan sang istri Priscilla Chan.



Melalui akun Instagramnya, Zuckerberg mengatakan bahwa dirinya sadar menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah. Apalagi keduanya telah memiliki dua anak perempuan.

"Dia [istrinya Priscilla Chan] bakal bangun dan mengecek jam di ponsel untuk melihat apa anak-anak akan segera bangun, tetapi [saya] kemudian tahu bahwa jam itu membuatnya stres dan dia susah kembali tidur," tulis Zuckerberg.

Sebagai seorang yang mumpuni di bidang teknologi, Zuckerberg pun berinisiatif untuk membuat alat yang disebut 'sleep box'. Meski dari namanya berarti kotak tidur, dia tidak membuat Chan tidur di dalamnya.

Alat ini berbentuk kotak dan memiliki semacam lampu di dalamnya. Lampu akan otomatis meredup di antara pukul 06.00-07.00 pagi. Hal ini dilakukan untuk memberi sinyal waktunya untuk bangun pada Chan. Jika lampu tak menyala, tak masalah bagi Chan untuk tidur kembali.

Hal itu dilakukan Zuckerberg agar sang istri tak terlalu sering mengecek jam yang bisa menimbulkan stres.

"Sebagai insinyur, membuat alat yang membantu pasangan saya agar tidur lebih nyenyak adalah satu jalan terbaik untuk dilakukan sebagai ungkapan cinta dan penghargaan," kata Zuckerberg.
Direktur Klinis University of Michigan, Derdre Conroy mengatakan bahwa masalah tidur di antara para orang tua baru adalah hal yang biasa.

"Saya pikir ini ide bagus karena kadang orang dengan insomnia mengecek ponsel sepanjang malam. Saat Anda mengecek jam, itu memicu kekhawatiran dan perasaan cemas," kata Conroy dikutip dari CNN.

Conroy merekomendasikan pasien insomnia untuk tak terlalu sering mengecek jam di malam hari. Menghilangkan pemicu kecemasan, kata dia, bisa membantu seseorang untuk tidur. "Sleep box bisa menggantikan tugas jam atau ponsel," imbuhnya.

Menurut Conroy, kreasi sederhana ini bisa membantu orang dengan masalah tidur.

Zuckerberg pun memutuskan untuk mengunggah gawai ciptaannya di akun Instagram dan berharap ada pihak di luar sana yang ingin mewujudkan idenya
.

Sumber : www.uzone.id

Kamis, 09 Mei 2019

Telkomsel Selangkah Lagi Menuju 5G

Telkomsel mengaku terus mengeksplorasi kapabilitas teknologi 4G yang dimilikinya guna mengantisipasi datangnya era 5G.
Sepanjang tahun 2017 dan 2018 lalu Telkomsel menjadi satu-satunya operator yang konsisten hanya membangun jaringan 4G untuk memberikan layanan yang terluas dan terbaik bagi pelanggannya.



Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan mengungkapkan, layanan 4G LTE Telkomsel telah melayani 93% populasi di Indonesia dan sepanjang 2019 ini akan membangun lagi sedikitnya 22 ribu BTS 4G LTE sehingga pada akhir tahun 2019 bisa melayani 95% populasi.
Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2019 ini layanan 4G Telkomsel juga akan menemani para pelanggan yang melakukan mudik di sepanjang jalur mudik baik di jalur tol, kereta dan laut. Untuk memberikan layanan terbaiknya tersebut, Telkomsel secara khusus telah membangun 10.000 base transceiver station (BTS) multi-band Long Term Evolution (LTE) di seluruh Indonesia untuk menghadirkan layanan yang berkualitas dengan kapasitas yang memadai.
Sebagaimana diketahui LTE ini mempunyai tiga generasi yakni LTE itu sendiri yang banyak dikenal dengan sebutan 4G, kemudian ada LTE Advanced yang disebut 4,5G dan selanjutnya adalah LTE Advanced Pro atau dikenal juga dengan 4,9G.
"Kami coba memaksimalkan kapabilitas yang ada di LTE Advanced dan LTE Advanced Pro guna memastikan layanan yang terbaik bagi pelanggan," ungkap Bob dalam keterangan kemarin.
LTE Advanced Pro 4,9G yang diterapkan Telkomsel ini menggunakan teknologi massive MIMO yang mampu memberikan kapasitas lebih besar user yang lebih banyak dan customer experience yang lebih konsisten.
"Teknologi ini juga digunakan pada gelaran Asian Games 2018 lalu dan IMF - World Bank Annual Summit di Bali. Selain itu beberapa kota besar seperti Jabotabek, Batam, Banjarmasin dan Surabaya sudah diterapkan teknologi ini," imbuh Bob.
Teknologi lainnya adalah Licensed Assisted Access (LAA), yang merupakan carrier agregasi (penggabungan kanal) antara LTE di kanal 1,8Ghz dengan wifi dikanal 5Ghz yang mampu menghasilkan kecepatan downlink hingga 800Mbps. Dengan teknologi ini tidak akan ada lagi area blankspot.
Penerapan teknologi ini juga ditunjang dengan jumlah spektrum yang dimilikinya dimana Telkomsel memiliki spektrum yang besar, yakni 52,5Mhz FDD dan 30Mhz TDD. Anak usaha Telkom ini menjadi operator yang memiliki kombinasi low band dan mid band yang paling ideal.
Di low band Telkomsel memiliki 15Mhz di kanal 900Mhz, dimana spektrum low band ini dipergunakan untuk memperluas coverage LTE dengan cara yang paling efisien. Dengan kapasitas spektrum yang sudah contigous pasca refarming ini bisa mendapatkan throughput dua kali lipat lebih besar sehingga mampu memberikan customer experience yang lebih konsisten.
Sementara di mid band,Telkomsel memiliki spektrum di kanal 1,8Ghz dan 2,3Ghz yang digunakan untuk memberikan kapasitas yang lebih besar dengan menggunakan teknologi LTE Advanced dan LTE Advanced Pro.(tp)


Sumber : www.uzone.id